Kang Google - Wartawan Paling Terkenal di Dunia
Di dalam dunia, khususnya dunia jurnalistik. Ada beberapa wartawan yang terkenal karena kegigihan dan ke uletan mereka dalam mencari, mendapatkan, dan menggali suatu informasi penting, untuk disampaikan ke khalayak umum. Mereka bekerja keras dan tidak kenal putus asa walaupun kesulitan menghadang mereka, sekalipun itu menyangkut nyawa mereka. Ke-4 pahlawan wartawan dunia tersebut adalah:
1. Mochtar Lubis

Cerita pendek “Kuli Kontrak” pertama kali disiarkan di majalah Siasat Baru, No.650, Tahun XIII, 25 November 1959. HB Jassin menggolongkannya sebagai sastrawan Angkatan 45.
Sejak jaman Jepang, Mochtar Lubis telah mulai aktif di bidang pers. Di zaman revolusi, sebagai anak muda Mochtar menghapi dua pilihan: masuk militer atau menjadi wartawan. Dia mengambil pilihan yang kedua. Koran yang didirikan dan dipimpinnya, Indonesia Raya dibrendel oleh Orde Lama maupun Orde Baru, sehingga ia terpaksa meringkuk dalam tahanan.
Mochtar Lubis meliput Perang Korea (1951), dan disamping laporan jurnalistik yang ditulisnya mengenai perang itu (Catatan dari Korea, 1952), beberapa cerpen lahir pula sebagai hasil pengalamannya di medan pertempuran itu. Buku Jurnalistiknya yang lain adalah Berkelana di Asia Tenggara.
2. Jakob Oetama
Om JO pernah studi di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Bersama P.K. Ojong, ia mengelola majalah Intisari pada tahun 1963, yang mungkin diilhami majalah Reader’s Digest dari Amerika. Tahun 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas, dan dikelolanya hingga kini. Om JO juga merupakan Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia.
3. Bob Woodward
Robert Burns Woodward lahir di Boston pada 10 April, 1917 anak tunggal dari Margaret Burns, yang berasal dari Glasgow, dan Arthur Woodward, dari anteseden Inggris, yang meninggal pada Oktober 1918, pada usia tiga puluh tiga.
Di antara penghargaan yang diberikan kepadanya adalah sebagai berikut: Medali John Scott (Franklin Institute dan kota Philadelphia), 1945; Backeland Medal (North Jersey Bagian dari American Chemical Society), 1955; Medali Davy (Royal Society), 1959; Roger Adams Medali (American Chemical Society), 1961; Pius XI Medali Emas (Akademi Kepausan Ilmu), 1969; National Medal of Science (Amerika Serikat), 1964; Medali Willard Gibbs (Chicago Bagian dari American Chemical Society), 1967; Lavoisier Medal (Societe de Chimique Perancis), 1968; Ordo Matahari Terbit, Kelas Kedua (Yang Mulia Kaisar Jepang), 1970; Hanbury Memorial Medal (Masyarakat Pharmaccutical dari Inggris), 1970; Pierre Brnylants Medal (Université de Louvain), 1970.
4. Oriana Fallaci
Orang tua Fallaci mendorongnya anak perempuan mereka untuk mengejar keberhasilan akademis, dan pada tahun 1945, dengan perang berakhir, ia masuk sekolah medis University of Florence. Dia segera menyadari bahwa ilmu pengetahuan bukan panggilan sejati-nya, dan memutuskan ingin mengikuti jejak paman dari pihak ayah dan mencoba jurnalisme. Menekan editor di Il Mattino dell’Italia centrale memberinya pekerjaan, ia mulai menulis untuk surat kabar pada tahun 1946 sebagai reporter mengalahkan kejahatan, tetapi segera berkembang untuk fitur cerita dan wawancara. Setelah 1951 karyanya muncul secara teratur dalam sebuah majalah disebut Epoca, dan kemudian di lain, Europeo. Pada tahun 1958 bukunya yang pertama, saya Sette peccati di Hollywood (Tujuh Dosa Hollywood), diterbitkan dalam bahasa Italia; pembuat film Orson Welles (1915-1985) menulis kata pengantar nya.